Senin, 14 Desember 2010
JAKARTA, — Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat dan peraih Nobel Perdamaian, Al Gore, akan hadir di Jakarta pada 9 Januari 2011 dalam acara Business for Environment (B4E) Forest Dialogue untuk merayakan peluncuran International Year of Forests 2011 yang dicanangkan PBB.
Sebagai sosok berpengaruh yang aktif menyuarakan permasalahan lingkungan dan perubahan iklim, Al Gore akan menyampaikan pidato eksklusif, berbagi cerita dan visi mengenai upayanya mewujudkan dunia yang lebih baik, serta peran hutan yang berkesinambungan pada masa mendatang.
Dipandu oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), WWF-Indonesia, dan Global Initiatives, pada dialog ini akan diulas mengenai peran hutan Indonesia dalam upaya mengurangi emisi karbon dan memerangi perubahan iklim global. Dalam acara yang berlangsung di Shangri-La Hotel Jakarta ini, Al Gore akan didampingi oleh beberapa pembicara, yaitu Irman Gusman (Ketua DPD RI), El-Mustafa Benlamlih (Koordinator Bidang Kependudukan PBB), Dr Efransjah (Direktur Eksekutif WWFIndonesia), dan Gita Wirjawan (Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM).
Ketua DPD RI Irman Gusman menjelaskan bahwa DPD berkomitmen penuh dalam mempromosikan pembangunan yang rendah karbon sekaligus menghasilkan pertumbuhan berkesinambungan yang berdampak positif, baik bagi Indonesia maupun lingkungan.
"Kami telah mengundang Al Gore ke Jakarta untuk menjelaskan ide-idenya terkait isu ini sambil membahas kemungkinan kerja sama dengan pemerintah, baik di tingkat regional maupun lokal, pelaku bisnis, dan komunitas. Hal ini diperlukan demi melindungi hutan kita yang tersisa juga memperlambat laju pemanasan global," ujarnya dalam siaran pers, Senin (13/12/2010).
Adapun Dr Efransjah, Direktur Eksekutif WWF-Indonesia, akan mengupas inisiatif baru dalam memajukan pembangunan berbasis lingkungan di Indonesia, tepatnya di kawasan Heart of Borneo (HoB), area hutan tropis dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.
"WWF sangat senang bisa bekerja sama dengan pemerintah dan rekan-rekan pengusaha dalam mengembangkan dan menyampaikan solusi untuk menjamin pertumbuhan ekonomi yang menguntungkan, baik bagi manusia maupun planet ini. B4E Forest Dialogue & Dinner adalah momen yang tepat untuk menyambut International Year of Forests 2011 sekaligus meluncurkan salah satu inisiatif baru WWF yang mengedepankan masa depan menjanjikan bagi hutan Indonesia," papar Dr Efransjah.
B4E Forest Dialogue juga akan menjadi momen sosialisasi agenda tahunan Business for the Environment Global Summit ke-5, yang rencananya digelar pada 27-29 April 2011 di Jakarta. B4E Summit merupakan konferensi internasional yang memfasilitasi dialog dan aksi kepedulian lingkungan bagi pelaku usaha. Kali ini, B4E Global Summit 2011 akan dilaksanakan dengan dukungan dari DPD RI, Pemerintah Indonesia, WWF dan Global Initiatives untuk mempertemukan pemimpin-pemimpin dunia, CEO, LSM, agensi internasional, dan rekan-rekan media dalam diskusi pencarian solusi, baik bagi permasalahan lingkungan maupun perubahan iklim yang kian mendesak.
sumber : www.KOMPAS.com
AP
Al Gore
JAKARTA, — Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat dan peraih Nobel Perdamaian, Al Gore, akan hadir di Jakarta pada 9 Januari 2011 dalam acara Business for Environment (B4E) Forest Dialogue untuk merayakan peluncuran International Year of Forests 2011 yang dicanangkan PBB.
Sebagai sosok berpengaruh yang aktif menyuarakan permasalahan lingkungan dan perubahan iklim, Al Gore akan menyampaikan pidato eksklusif, berbagi cerita dan visi mengenai upayanya mewujudkan dunia yang lebih baik, serta peran hutan yang berkesinambungan pada masa mendatang.
Dipandu oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), WWF-Indonesia, dan Global Initiatives, pada dialog ini akan diulas mengenai peran hutan Indonesia dalam upaya mengurangi emisi karbon dan memerangi perubahan iklim global. Dalam acara yang berlangsung di Shangri-La Hotel Jakarta ini, Al Gore akan didampingi oleh beberapa pembicara, yaitu Irman Gusman (Ketua DPD RI), El-Mustafa Benlamlih (Koordinator Bidang Kependudukan PBB), Dr Efransjah (Direktur Eksekutif WWFIndonesia), dan Gita Wirjawan (Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM).
Ketua DPD RI Irman Gusman menjelaskan bahwa DPD berkomitmen penuh dalam mempromosikan pembangunan yang rendah karbon sekaligus menghasilkan pertumbuhan berkesinambungan yang berdampak positif, baik bagi Indonesia maupun lingkungan.
"Kami telah mengundang Al Gore ke Jakarta untuk menjelaskan ide-idenya terkait isu ini sambil membahas kemungkinan kerja sama dengan pemerintah, baik di tingkat regional maupun lokal, pelaku bisnis, dan komunitas. Hal ini diperlukan demi melindungi hutan kita yang tersisa juga memperlambat laju pemanasan global," ujarnya dalam siaran pers, Senin (13/12/2010).
Adapun Dr Efransjah, Direktur Eksekutif WWF-Indonesia, akan mengupas inisiatif baru dalam memajukan pembangunan berbasis lingkungan di Indonesia, tepatnya di kawasan Heart of Borneo (HoB), area hutan tropis dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.
"WWF sangat senang bisa bekerja sama dengan pemerintah dan rekan-rekan pengusaha dalam mengembangkan dan menyampaikan solusi untuk menjamin pertumbuhan ekonomi yang menguntungkan, baik bagi manusia maupun planet ini. B4E Forest Dialogue & Dinner adalah momen yang tepat untuk menyambut International Year of Forests 2011 sekaligus meluncurkan salah satu inisiatif baru WWF yang mengedepankan masa depan menjanjikan bagi hutan Indonesia," papar Dr Efransjah.
B4E Forest Dialogue juga akan menjadi momen sosialisasi agenda tahunan Business for the Environment Global Summit ke-5, yang rencananya digelar pada 27-29 April 2011 di Jakarta. B4E Summit merupakan konferensi internasional yang memfasilitasi dialog dan aksi kepedulian lingkungan bagi pelaku usaha. Kali ini, B4E Global Summit 2011 akan dilaksanakan dengan dukungan dari DPD RI, Pemerintah Indonesia, WWF dan Global Initiatives untuk mempertemukan pemimpin-pemimpin dunia, CEO, LSM, agensi internasional, dan rekan-rekan media dalam diskusi pencarian solusi, baik bagi permasalahan lingkungan maupun perubahan iklim yang kian mendesak.
sumber : www.KOMPAS.com