Saturday, December 11, 2010

Harimau Hantui Warga di Sungai Nilau

Kamis, 9 Desember 2010. Sepasang Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Selasa (16/3). Perburuan liar dan perdagangan gelap merupakan ancaman paling serius yang dihadapi satwa dilindungi tersebut saat ini yang kian mendekati kepunahan.Dalam dua minggu terakhir, warga Desa Sungai Nilau, Kecamatan Sungai Manau, Jambi resah. Mereka takut beraktivitas seperti hari-hari biasanya, karena harimau berkeliaran.

Kepala Desa Sungai Nilau, Abd Rahman mengatakan, sudah banyak warga yang mengaku melihat langsung sang raja hutan. Sebagian lain melaporkan melihat jejaknya atau mendengar suara auman harimau.

"Warga memang sudah menyampaikan hal itu beberapa hari lalu, namun saya memutuskan belum melapor. Mengenai jumlah harimau yang berkeliaran, ada yang bilang tiga, ada juga yang bilang lima," ujarnya, Selasa (7/12/2010).

Untuk membuktikan hal itu, wartawan Tribun bersama Kades kemudian menuju ke lokasi yang dimaksud warga. Lokasi "penampakan" harimau tersebut ada di belakang desa. Jaraknya sekitar dua kilometer dari desa, dan masih berupa hutan belantara yang diselingi pohon-pohon karet. Jalan menuju lokasi tersebut hanya berupa jalan setapak, dan memiliki kemiringan ekstrim. Hanya kendaraan roda dua tertentu yang bisa melewati jalan tersebut.

Hasil penelusuran, ditemukan jejak kaki harimau, baik jejak kaki lama, maupun jejak kaki sekitar dua hari lalu. Jejak kaki tersebut terlihat di beberapa titik, dan kebanyakan dijumpai di tepi sungai.

Rahman pun membawa Tribun ke sebuah jalan yang digunakan warga untuk menuju ladang, namun jalan tersebut sepertinya sudah jarang dilalui, karena semak di kiri dan kanan jalan sudah hampir menutupi jalan. Di jalan tersebut, tampak jelas sekali jejak kaki harimau. Ukurannya bervariasi.

Ada jejak kaki harimau yang cukup besar, lebarnya sekitar 10-15 cm. Untuk jejak kaki yang paling besar ini, sepertinya dibaut oleh seekor harimau dewasa.

Empat orang yang juga merupakan warga Sungai Nilau yang ditemui Tribun di suatu lokasi di tengah hutan, menceritakan, memang harimau tersebut benar ada. Menurut mereka, selain jejak yang ditemukan, mereka juga pernah mendengar auman.

Berdasarkan informasi dan juga perbincangan masyarakat, kata Rahman, ada kemungkinan harimau tersebut sengaja dilepas, pasalnya, baru kali ini warga desa menjumpai harimau. "Memang di desa ini ada harimau, namun harimau tersebut hanya menampakkan diri pada waktu tertentu. Warnanya bukan kuning, namun hitam. Warga menamakannya Tunggu Tanjung," ungkapnya.

Oleh karena itu, tambah Rahman, besar kemungkinan harimau tersebut sengaja dilepas, dan belum tahu siapa yang melepasnya. Biasanya, kalau harimau lepasan, di telinganya ada tandanya, namun sejauh ini belum ada yang melihat tanda itu.

"Sebaiknya harimau tersebut segera ditangkap dan dialihkan. Jika tidak, maka kami sendiri yang akan bertindak. Karena kami tahu membunuh harimau dilarang, makanya kami berharap pihak-pihak terkait untuk menanganinya," tegasnya.

Sementara itu, Kasi TNKS Wilayah Bungo-Merangin Johan Simorangkir yang dikonfirmasi mengatakan, sudah mendapatkan informasi mengenai harimau yang berkeliaran ini. Ia mengaku sudah menginstruksikan petugas untuk turun dan mengecek lokasi.

Saat disampaikan bahwa belum ada tim yang sampai ke lokasi, Johan berkilah, petugas yang turun belum mengetahui lokasi pastinya. "Ada informasi bahwa ada harimau di Kecamatan Sungai Manau. Lokasinya itu, yang belum begitu jelas, coba nanti saya hubungi petugasnya," katanya.

Mengenai harimau yang berkeliaran, Johan menyatakan, itu merupakan home ring, yaitu radius jelajah harimau biasa berpindah-pindah tempat.

"Di sepanjang kawasan tersebut adalah hal biasa jika ada harimau. Bisa saja ia datang dari Birun, Kecamatan Pangkalan Jambu. Radius home ring adalah 60 km," tuturnya.

Johan menambahkan, waktu home ring biasanya sekitar empat hari, setelah itu, harimau akan meninggalkan lokasi dan mencari tempat lain.

"Tindakan yang akan dilakukan, akan kita halau terlebih dahulu. Itu prosedur awalnya. Jika itu tidak berhasil, maka akan ada prosedur berikutnya," tandasnya.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post

320x50

banner image
 

agen foredi banten