Menteri Kehutanan Puji Model BPKEL Untuk Konservasi Hutan Aceh
Photo: Teddy G, Dr Ahmad Farhan Hamid, Zulkifli Hasan, Mike Griffths, Fauzan Azima
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, memuji Pemerintah Aceh dan pihak lain yang terlibat untuk terus memberikan kemajuan dalam upaya perlindungan hutan Aceh. Zulkifli juga berjanji akan memberikan dukungan penuh terhadap program-program terkait dengan pelestarian hutan Aceh. Hal ini diungkapkan oleh beliau dalam pertemuan dengan Wakil Ketua MPR-RI, Dr Ahmad Farhan Hamid, dan manajemen Badan Pengelola Ekosistem Leuser (BPKEL) termasuk Fauzan Azima, Mike Griffths dan Teddy G di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada tanggal 3 November 2009.
Zulkifli menyatakan bahwa Aceh telah memulai langkah-langkah efektif dan lebih maju daripada wilayah lain di Indonesia berkaitan dengan pelestarian hutan. Dia mencatat bahwa salah satu dari langkah-langkah sukses tersebut adalah pembentukan lembaga dengan tanggung jawab untuk konservasi, yang dikenal sebagai Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser (BPKEL).
"Model yang telah dikembangkan dan dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh dapat digunakan sebagai contoh bagi provinsi lain dengan yang memiliki hutan, seperti Papua dan Kalimantan Timur," kata Menhut sebagaimana dikutip dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh BPKEL pada 2 November 2009. Dalam pertemuan tersebut, wakil ketua MPR-RI Dr Ahmad Farhan Hamid, yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah Aceh (DPD), menegaskan pentingnya pelaksanaan undang-undang, terutama di sektor kehutanan. Dia juga menjelaskan bahwa Aceh memiliki potensi untuk mengembangkan energi terbarukan seperti pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga air skala kecil. Untuk dapat berkontribusi dalam hubungan yang harmonis antara para pihak, Fauzan Azima menyampaikan langkah awal yang dilakukan untuk mendukung inisiatif perdagangan karbon di provinsi Aceh.
sumber : www.leuserecosystem.org
Photo: Teddy G, Dr Ahmad Farhan Hamid, Zulkifli Hasan, Mike Griffths, Fauzan Azima
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, memuji Pemerintah Aceh dan pihak lain yang terlibat untuk terus memberikan kemajuan dalam upaya perlindungan hutan Aceh. Zulkifli juga berjanji akan memberikan dukungan penuh terhadap program-program terkait dengan pelestarian hutan Aceh. Hal ini diungkapkan oleh beliau dalam pertemuan dengan Wakil Ketua MPR-RI, Dr Ahmad Farhan Hamid, dan manajemen Badan Pengelola Ekosistem Leuser (BPKEL) termasuk Fauzan Azima, Mike Griffths dan Teddy G di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada tanggal 3 November 2009.
Zulkifli menyatakan bahwa Aceh telah memulai langkah-langkah efektif dan lebih maju daripada wilayah lain di Indonesia berkaitan dengan pelestarian hutan. Dia mencatat bahwa salah satu dari langkah-langkah sukses tersebut adalah pembentukan lembaga dengan tanggung jawab untuk konservasi, yang dikenal sebagai Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser (BPKEL).
"Model yang telah dikembangkan dan dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh dapat digunakan sebagai contoh bagi provinsi lain dengan yang memiliki hutan, seperti Papua dan Kalimantan Timur," kata Menhut sebagaimana dikutip dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh BPKEL pada 2 November 2009. Dalam pertemuan tersebut, wakil ketua MPR-RI Dr Ahmad Farhan Hamid, yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah Aceh (DPD), menegaskan pentingnya pelaksanaan undang-undang, terutama di sektor kehutanan. Dia juga menjelaskan bahwa Aceh memiliki potensi untuk mengembangkan energi terbarukan seperti pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga air skala kecil. Untuk dapat berkontribusi dalam hubungan yang harmonis antara para pihak, Fauzan Azima menyampaikan langkah awal yang dilakukan untuk mendukung inisiatif perdagangan karbon di provinsi Aceh.
sumber : www.leuserecosystem.org